Penting Menanamkan Cita-Cita Sejak Dini

 
google image
Oleh Arif Yudistira*)
          Orang sering mengatakan kalau anak-anak belum mengerti cita-cita. Padahal cita-cita itu turut mempengaruhi anak-anak dalam hidupnya di masa yang akan datang. Kartini pernah menuliskan ; Cita-cita itu ialah memperindah martabat manusia,memuliakannya, mendekatkan kepada kesempurnaan. Kapan waktu yang tepat menanamkan pentingnya cita-cita?. 
Semenjak kecil, cita-cita penting untuk ditancapkan dalam hati anak-anak kita. Mereka perlu mencanangkan keinginan yang kuat dan menancapkan cita-cita itu sedini mungkin. Biasanya,anak-anak akan menangkap apa yang ada di sekitar mereka. Di usia dini, pengenalan berbagai macam profesi dilakukan dengan menunjukkan gambar-gambar. Anak-anak boleh dipancing dengan pertanyaan “apa-cita-citamu kelak?”, “besok besar ingin jadi apa?”.
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini penting, sebab secara tak langsung akan mengena dalam alam bawah sadar anak-anak kita. Di keluarga, anak-anak bisa mengenalkan cita-cita dengan mengisahkan keseharian orang tua. Ada kisah menarik dari Presiden Abraham Lincoln. Di tahun 1953, terbitlah buku biografi berjudul Presiden Abraham Lincoln karya Frances Cavanah. Buku diterbitkan oleh Tinta Mas Jakarta. Di buku ini dituliskan mengenai cita-cita Abe (nama kecil) Abraham Lincoln.”Teman-temannja meminjami buku, di saat ia sekolah, ia pernah mengungkapkan cita-citanya saat ditanya gurunya.
Pernah ia ditanya perempuan isteri Crawford, “ingin djadi apakah kamu sekarang?” tanja perempuan itu dengan perasaan kasih. “Saja ingin jadi Presiden” djawab Abe. Kemudian isteri Crawford menyela : “O,kamu berolok-olok, hendak mendjadi Presiden, bukan?”. “Bukan, saja akan beladjar sungguh-sungguh sampai pandai, sehingga ada harapan bagiku untuk djadi Presiden”.
Barulah kita tahu, Lincoln jadi presiden memang dicita-citakan semenjak kecil. Abraham Lincoln hanyalah satu contoh kecil bagaimana sebenarnya cita-cita tertanam semenjak dini. Kita juga mengenali Jean Paul Sartre yang semenjak kecil sudah berada di surga buku, saat di perpustakaan kakeknya. Ia menulis di bukunya berjudul Kata-Kata bahwa cita-citanya menjadi penulis, pemikir sudah tertanam sejak kecil. Pentingya cita-cita inipun juga melekat saat Presiden Megawati di *kala itu membagi buku gratis bertuliskan pesan mulia : “gantungkan cita-citamu setinggi langit”.*

*Arif Yudistira, Peminat Dunia Pendidikan dan Anak, Penulis Buku Ngrasani (2016). 

*) tulisan dimuat di Anggunpaudkemendikbud 27januari 2017

Komentar